Tampilkan postingan dengan label KKN-PPL IV Soppeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KKN-PPL IV Soppeng. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2012

Temu Kangen

di Desember 15, 2012 4 komentar
Hari ini, bertemu dengan Wakil Kepala Sekolah ku di SMPN 2 Watansoppeng, Ilmi dan Wahyu Dauda. Mereka ke Makassar dalam rangka Olimpiade Matematika Ting.Provinsi!!!

Adik-adikku yang manis, adik-adikku yang baik. Semakin membuatku ingin terus bersama kalian. 2 Bulan di Soppeng ternyata membuat ku semakin merindukan kalian ke sini-sini. Kita memang tidak sempat dekat, dek semasa di Sekolah dulu tapi kita pernah bercengkerama bersama di sekolah. Belajar Matematika bersama. 
Pap Jufri, Wahyu, dan Ilmi
Ketawa bersama. Sharing bersama. Kita lalui semua itu seharian di sekolah. Saat itu, kakak di beritahu kalian berdua adalah siswa yang cerdas. Dan, benar. Saat belajar bersama kalian memang kalian cerdas dek. Akhlak kalian sempurna. Patuh pada orang tua, sopan pada yang lebih tua, namun kalian tetaplah anak SMP yang ingin banyak tahu. Selalu saja bertanya ini dan itu. Sampai terkadang kakak pun tidak tahu mau jawab apa, ckckck!!!

Dasar kalian anak-anak kutu buku. Sampai saat kakak fot pun kalian memberikan kakak kekecewaan. Ilmi yang tanpa gurat senyum, dan Wahyu yang menunduk. Ahhh, kalian sudah SMP. Kenapa masih juga belum pintar bergaya? Ckckck.. Kutu buku gak gini juga kali dek..
Saat makan bersama juga, kakak ngeliat kalian dan juga bapak. Kelihatan sekali kalian menikmati makanan itu. Mungkin karena bertarung dengan rumus-rumus itulah mengapa kalian sampai laparnya seperti belum makan setahun,ckckck.
Cerita banyak dengan kalian sekarang membuat kakak banyak tahu tentang kehidupan kalian dari pada saat kakak masih di soppeng dulunya.
Saat kamu, Wahyu bercerita tentang kakak-kakak kamu, tentang ayah dan ibu kamu, saat itulah kakak bangga banget sama kamu. Karena keluarga kalian yang sangat sederhana itu membuatku harus berbangga hati mengenalmu.
Ayah yang hanya seorang petani bisa menghasilkan anak-anak yang berprestasi.
Kakak kamu yang pertama yang memiliki keterampilan sehingga menjadi pengusaha meubel sukses padahal dia hanya tamatan SMA yang telah banyak yang nawarin beasiswa tapi dia tolak dengan alasan tertentu. Yah, itulah jalannya. Kakak ke-2 kamu yang kini sedang menjalani perkuliahan di UNHAS sebagai Mahasiwa Teknik Perkapalan tak kalah cerdasnya dari kakak kamu yang pertama. Kakak perempuan kamu satu-satunya yang berprofesi sebagai perawat pun juga telah sukses, dan kini kamu dik. Jauh lebih sukses dari kakak-kakak kamu. Di usia kamu yang masih sangat remaja ini memilih melupakan sejenak dunia remaja yang banyak melimpungkan teman-teman seusia kamu karena indahnya pergaulan bebas menurut mereka.
Kamu menjadi salah satu siswa berprestasi di sekolah. Membawa nama sekolah dan memenangkan berbagai macam Olimpiade Pendidikan.
Wahyu, kakak bangga sama kamu.
Sangat bangga.
tadi, kakak sampai pengen nangis saat pisah dengan kamu.
Apalagi seharian full kita bersama.
Kamu ke rumah kakak, cerita sama kakak, bahkan kita smsan saat kamu sedang perjalanan kembali ke soppeng.
Maaf ya, kakak cuma bisa ngasi kamu Buku.
Mungkin gak terlalu bagus bukunya tapi kakak berharap kamu bisa menangkap banyak ilmu dan memerasnya sehingga kamu tumbuh menjadi anak yang cerdas. Kakak akan semakin merindukanmu dik. Belajar yang baik ya. :'(
Untuk Ilmi.
Hmm, apa yah yang kakak ingat tentangmu? Yang paling berkesan.
Hah,kakak tahu Ilmi.
Saat kakak meminta kamu menggambar Pohon Ilmu. Ingat?
Saat itu kamu membuatnya dan snagat menyukainya. Dengan Pohon itu, kamu membuat banyak ranting-ranting rumus di kertas itu. Lalu, saat kakak memberikan kamu soal yang menurut kakak SANGAT SUSAH, kamu bisa menyelesaikannya dalam waktu kurang dari 2 menit. Kamu tahu apa yang ingin kakak lakukan saat itu? Kakak ingin kabur dari depanmu. Kakak tidak mau ketemu kamu lagi. Kakak malu. Kamu jauh lebih cerdas dari kakak bahkan analisa kamu tinggi banget. Anak yang cerdas.
Ahh, kakak sampai menangis saat menulis ini, dek!!!
Kakak sangat merindukan kalian. Sangat mrindukan kalian.
Kakak ingin bermain bersama kalian lagi. Ingin sekali. :'(
Maafkan kakak yang tak sempat memberikan kalian banyak hal. Kakak hanya menitipkan kalian pada Robb-ku, Robb- kita. Semoga Dia menjaga kalian dalam dekapannya. Menggenggam kalian dalam hangatnya Cinta-Nya. Semoga kalian tumbuh menjadi anak-anak yang berguna dan sukses di dunia dan akhirat. Aamiin Ya Allah. Allahumma Aaamiin.

kakak akan merindukan kalian, dik. Muhammad Ilmi dan Wahyu Daudi.
untuk Bapakku, Pak Jufri. Terim Kasih menyayangiku dengan hangat. sejak di Soppeng sampai sekarang. Terima Kasih Pak. Terima Kasih.

Terima Kasih, Ya Allah.

^_^

Sabtu, 08 Desember 2012

OMPO

di Desember 08, 2012 0 komentar
Huiii...
Posting2 putuw2 sekarang!!!
Waktu di soppeng, sa sama teman2 bikin rencana mau pi mandi2 di OMPO.
Serunya di sini ka datangnya pas hari minggu dan pagi-pagi sekali pi sana. Sama Vita dan Lia, siswa kami di SMPN 2 watansoppeng kelas VII.4..
Lagi, yang serux karena kita masuk bobol pintu tanpa bayar..hihihi,serruuuu!!!
*yang gratis mmg yang paling indah..hihihi
cekidot..









Vitha, Kak Sinar, Kak Whya

Kak Lina, Kak Abu, Me



Kak Hasan and Me

Kak Lina

Pasca Berenang

Me and kak Sinar

Vita, Lia, dan Kak Adhy

All with "Vita n Lia"

All

Selasa, 13 November 2012

Big party For "Pak Rahman Sila"

di November 13, 2012 2 komentar
Terlalu terlambat memang menuliskan tentang KKN ini.
Habisnya dulu selama 2 Bulan, sangat sangat malas menulis.
Di karenakan padatnya kegiatan plus juga waktu itu gak bawa modem. Kalaupun bawa pun gak bisaconnect, habisnya Posko yang sangat tak mau menyatu dengan jaringan. Terima telpon saja sampai harus keluar rumah, ke bawah pohon mangga, manjat, trus teriak-teriak ampe yang di seberang sono bisa denger jelas nih suara. Hadoh, ribet banget bu, pak, saudara2!!
Dulu, waktu saya KKN nih ada kejadian lucu yang terjadi. Waktu itu sudah seminggu lebih kami berstatus Mahasiswa yang lagi Ber-PPL-KKN di Soppeng.
Kita-kita nih yang kebagian tempat di Soppeng tuh cuma sekali liat muka Pembimbing kami "Pak Rahman Sila". Itu pas pembekalan doang. Itu juga sa liatnya sekilas soalnyasaya asik-asik tidur di bahunya teman nek..Hihihi!!!
Me n Putra

Pembimbing kami ini orangnya tegas habis. Dia akan benar-benar memperhatikan kehadiran selama di Posko, tingkah laku, proker, dan bagaimana keamanan dan kenyamanan anggota selama di Posko. Beliau juga kalo mau datang ke lokasi KKN yang beliau di amanahkan ntow gak bilang-bilang. Alasannya biar yang bolos dari posko bisa kedapatan dan ketahuan. Pokok dia suka ma yang sureprise gito deh.

Lucunya nih Bapak teman baeknya bunda posko ku, so meskipun posko ku bukan Posko Induk, tapi kami yang anak Posko SMP 2 watansoppeng tahu duluan kalo nih bapak mau datang. Secara, BUNDA sapa dulu? *Bundanya ANca lah..nasssaamii!!! Ka dia anaknya Bunda nenek,wkwkwk..
Maka segala Prosesi kami siapkan. Mulai dari masak banyak, rela berasap-asap ria bakar ikan, membersihkan Posko tanpa satu debu pun di lantai (ngepel seharian), de el el. Banyak sekali pokoknya. 
Na kalah2 Presidenka datang!!! Huah.
Tapi, ada Putra yang menemaniku bakar ikan. Yang lain di belakangku poto2.hihi!!!
KeGIFOan ini sebenarnya mulai menjalar padahal sebelumnya itu sedikit sekalijia yang GIFO dan saya termasuk di dalamnya *Yang Gifo maksudnya!!!
Tapi tetapji anak2 juga pi sekolah dulu untuk ngajar. Kewajiban itu karena mengingat, kami ini Mahasiswa KKN-PPL sementara penilaiannya itu 80% adalah kegiatan PPL atau belajar mengajar di Sekolah.

Semuanya di atur sedemikian sehingga. Halah!!! Ini agar Pak Rahman Sila mau berbaik hati sejenak dnegan kami.
ternyata memang orangnya baik hati banget!!! :D
Praduga-praduga di lontarkan begitu saja.

Tanpa berpikir sama sekali kalau bisa saja semuanya itu kebalikan dari apa yang kita pikirkan selama ini.
pulang ngajar, kita semua ke rumahnya Bunda. Katanya kan mau masak-masak lagi. Perkiraannya Pak Rahman akan tiba malam karena kesibukannya di kampus jadi agak telat untuk sampai di soppeng!
Maka kembalilah kita ke sana. Tapi sebelumnya, makan-makan dulu!!! Haha!!!
Proses masak-masak yang memakan waktu banyak.
Seharian berhadapan dengan asap.
Bakar ikan, sayur terong!!!
Di rumah saya malah tak perlu kena asap sampai begininya dan jujur sebenarnya saya tidak terlalu suka jika di minta membakar manual (pake sabuk kelapa) karena saya tidak tahan dengan asap.

Itu membuatku harus tahan banting meski mata sudah mengutuk-ngutuk dari tadi.
Namun, di KKN saya perlu menghargai dan menjalani apa yang masyarakat sini lakukan.
Dan saya pun melakukannya tanpa mengeluh, alhamdulillah. :)
Sekali-kali seperti ini kan gak papa. Toh juga inilah yang akan dan akan selalu saya ingat hingga sekarang!!!
Malamnya, kami seposko menunggu kedatangan Pak Rahman.
Datang pula KorCam kami untuk Kec. Lalabata Rilau di posko juga beberapa teman dari posko lain. Saya pun tak mengenal mereka secara baik. Hanya mengenal wajahnya.
Malam semakin larut namun sepertinya tanda-tanda kalau Pak Rahman akan datang nihil.
Ini meletihkan.
Suasana Menunggu Pak Rahman Sila

Rasa ngantuk benar-benar sudah mulai merayu di pelupuk mata.
"Patok mata pake kayu korek api" Solusi yang di tawarkan teman-teman lain. Gila! jelas gak ada yang ngikutin,hihi!!!
Kami berkumpul di ruang tamu dengan beberapa kelompok. Laki-laki dengan kelompok dan pembahasannya sendiri. Laki-laki lain online berjamaah, dan kami sendiri yang permpuan hanya bisa saling bercerita. Macam-macam kami lakukan guna menahan agar kelopak mata ini tak terkatup.
Tapi, kami hanyalah manusia biasa. kasian.
Satu per satu dari kami gugur,haha!!!
Kakak-kakak seposko ku sebagiannya sudah masuk kamar. Hanya saya, kak Lina kuadrat, dan  kak wiah yang tersisa di ruang tamu. Itupun kak wyah tertidur pula di sini.
Smile All.. :D

Sms datang bertalu-talu di hape ku.
Dari teman-teman di posko lain yang menanyakan kedatangan bapak benaran apa tidak. Sya hanya membalas BELUM.

Saya pun yang sedemikian ngantuknya sudah tidak tahan. Ini sudah pukul 00.21 loh!!! Besok kami harus kembali mengajar dan segera merampungkan proker KKN yang belum terealisasi. Saya beranjak dari tempat dudukku untuk mengambil air minum. Kali ajha bisa segar plong!!!
Tapi, apa yang terjadi?
Ketika saya berdiri, saya melihat ada ban motor di depan pintu!
Daaan, itu Pak Rahman Sila.
Aku tercekat.
Dengan refleks teriakanku membahana "Pak Rahman Sila dataaang"..
*Gubraaaakkk
Pak Rahman Sila

Yang tadinya tidur, bangun kembali.
Yang tadinya Online, dengan cekatan berdiri dan memastikan benar apa tidaknya.
Yang make sarung buru-buru memperbaiki posisi sarungnya.
Yang merokok, buru-buru mematikan rokoknya.

"Assalamu alaikum" Salam Pak Rahman Sila kini membuyarkan lamunan kami.
"Waalaikumsalam, pak" serentak bak habis latihan seminggu!! Ckckck
Kakak-kakakku yang lain buru-buru merapikan kursi yang tadinya di tempati duduk sambil kaki juga bermain di atasnya, meja yang penuh puntung rokok, dan lantai yang berantakan dengan kulit kacang!!! *DingDong
"Untungnya posko kita lampunya remang-remang..andaikata tidak, mati kita. Bapak pasti sudah mencoret kita dari daftar mahasiswa sehat" kata salah satu kakak..hehe!!!

'Tapi, dah di beresin tadi kak" Jawabku
"Iyya, tapi sekarang jadinya pecah lagi tuh sampah2nya"!!!
Benar juga.. :(

Karena gugupnya kami, yang masih terbayang-bayang dengan sikap tegasnya Bapak Pembimbing kami ini, maka tak ada satupun yang berani bersuara kecuali Bapak yang masih mendengus keletihan habis perjalanan jauh.

"Kak, telpon Bunda deh" Ajakku pada kak Lina.
"Iyya, telponmi" Malah yang jawab Kak Sinar.
Maka di telponlah Bunda.

berselang 10 menit, Bunda datang!

*Vhyusss..
Posko langsung rame.
Inilah bedanya anak muda ma orang tua yang ngadapin sesama orang tua!!!
Langsung nyambung kan?

Pak Rahman Sila mengisi buku tamu Posko kami sebelum beranjak ke rumah Bunda untuk istirahat.
"Ahhh, Plong. Waktunya TIDUR'" teriak kami selepas Pak Rahman Sila pergi..hihihi!!!

Pertarungan kami dengan Pak Rahman Sila, biarlah hari esok yang menjawab.. *Sokkkk

Di rumah Bunda yang lain, kak wyah, kak sinar, kak hasan dan kak basri menemani Pak Rahman Sila. Entah apa yang mereka lakukan di sana itupun kami di posko tidak tahu dan tak mahu tahu karena yang terpenting saat ini adalah TIDUR saudara-saudara!!!

Kak Abu dan Kak Wyah.. Nassai Ngantukna kak abu,ckck
Kamar perempuan di Posko itu terbilang sempit untuk 6 orang.
Sebenarnya luas, cuma ada lemari besar yang bertengger ria bahkan saat sang empu rumah meninggalkannya 5 tahun lalu, lemari beserta isinya masih ada di sana.
Cukup memudahkan kami untuk menyimpan alat-alat aksesoris (bukan milikku karena saya gak punya kesian).
Dan malam itu, kamar sempit itu berubah total menjadi luas seperti kami tidur di lapangan terbuka.
Luaaaassss... Legggaaaa!!!!
Bersama kak Lina, saya tidur di dalam kelambu yang khusus kak Lina bawa ke posko!!!
Tidur kami malam ini seperti di surga seketika. Tak berhimpitan, tak kepanasan, tapi tetap kedinginan..Hihihi!!!
Hari yang melelahkan dengan tergantinya di esok hari yang penuh dengan keramahan bersama Pak Rahman Sila.
Indahnya!!!

Berpose bersama di rumahnya Bunda, Posko ke-2 kami!!!
Rindu sangat dengan suasana berkumpul seperti ini!!!
Semoga kalian yang ada di foto senantiasa di berikan kesehatan, Aamiin!!!
Miss U,Miss U, Miss U..







-Ulfa Hidayati-
KKN-PPL Terpadu SMPN 2 watansoppeng!!!

Rabu, 07 November 2012

Kisah Rama

di November 07, 2012 11 komentar
Masa KKN-PPL lalu, tidak hanya membuatku belajar beradaptasi dengan kota kalong. SMPN 2 Watansoppeng adalah salah satu sekolah terpandang di kota ini, alhamdulillah. Tak ada sedikit penyesalan pun bertemu mereka adik-adikku.
Salah satu program PPL yang kami rancang adalah membuat gedung sekolah yang jauh lebih sehat. Maka, jum'at pagi kala itu kami menggerakkan sejumlah siswa laki-laki yang sedang berolahraga untuk mengangkut semua bangku sekolah yang sudah tak terpakai lagi. Sebuah pintu kecil yang menghubungkan gedung sekolah dengan tempat yang akan di jadikan gudang tersebut dengan tangga kecil menuju tempat itu. Kemarin sore, kakak-kakakku sudah merapikannya karena ternyata tanah kosong yang mereka canangkan adalah tempat yang dulunya berdiri sebuah rumah panggung yang di tempati sebuah keluarga kecil di sana. Keluarga yang sangat bahagia. 4 orang anak dengan segudang prestasi-nya masing-masing.
Nah, di pintu kecil ini saya menemukan sosok anak kecil. Saya merangkul lehernya, memeluknya dan sempurna pendekatanku. Dia menyukainya. Wah, terima kasih.

"Namanya siapa?" Tanyaku penasaran sambil tetap menggamit tangan kecilnya.
"Rama" Jawabnya datar. Ekspresinya juga datar. 
Lalu ku ajaklah Rama ke kantin sekolah, ku ajak dia membeli apapun yang dia mau. Tapi, yang ku dapati dari ekspresinya adalah tetap datar. Sang penjaga kantin, Kakak yang tak ku ketahui namanya itu mulai bercerita.
"Dia masih syok dik"
"Syok? Kenapa kak?"
"2 bulan yang lalu, ia kehilangan Ibunya"
"Memangnya Ibunya ke mana?"
"Meninggal"
Hah? Ya Allah, pantesan saja ekspresinya sedatar dan sedingin ini? Kasihan sekali anak ini Ya Allah. Dia masih terlalu kecil untuk Kau uji sesulit ini. Usianya masih 4 Tahun ya Robb. Masih terlalu halus jiwanya. Masih terlalu jernih matanya untuk menangisi kematian Ibunya. Lalu ku ingat, Rosul pun mengalami hal yang sama ketika masa belianya di tinggal Sang Ibu.
Rama
Ku andaikan diriku di posisimu Rama. Saya tak yakin akan setegar dirimu.
Bermula di pertemuan ini, setiap ke sekolah saya akan mencari Rama.
Jika ada waktu luang, akan ku ajak dia makan bersama. Jika tidak, maka akan ku ajak dia menemaniku mengajar. Sungguh, saya menikmati kebersamaan kami.
Kelak jika ku tinggalkan tempat ini, setidaknya Rama sempat merasakan kebersamaan denganku yang sebisa mungkin akan ku perindah, dan ku jadikan bingkai kisah yang indah untuknya. Adikku, mari kita bermain bersama.

Satu sore, saya ada waktu lowong. Saya ikut kakak-kakakku yang laki-laki ke sekolah untuk mengecat. Tidak ada kerjaan di posko maka ikut bersama mereka terkadang menjadi keseruan KKN apalagi mendengar lelucon mereka. Ketika kakak-kakak mengecat, kebetulan kuas hanya ada 2 maka saya hanya bisa melihat mereka saja. Ayah Rama kemudian datang menghampiri ku dan melihat-lihat proses pengecatan.
"Rama mana, Pak?"
"Lagi ke pasar sama kakaknya. Bisa bapak bantu? Sini nak.." Pintanya pada Kak Hasan. Namun, kak Hasan menolak.
"Gak papa, Pak. Biar mereka saja yang ngerjain. Oia, anak Bapak kan 4. Kok saya cuma liatnya yang sering ber-2 saja dengan Rama? Yang lain pada kemana Pak?"
"Kakak perempuan Rama lagi kerja di luar. yang 1x pun demikian. :)"
"Kerja? katanya mereka sekolah Pak?"
"Hehehe, iya. Tapi, kami kehabisan uang nak. Apalagi kamu lihat sendiri kan nak. Rumah kami habis. Bapak hanya bisa berjualan bakwan di samping sekolah itu. :)"
Kak Hasan, Kak Abu, Me "n" Rama
"Ohh.. hehe, iyyaa Pak" Senyum paksaku menyiratkan betapa perihnya hatiku mendengar penuturanmu Pak.
Tak lama, Rama datang.
Ia cepat-cepat berlari ke arah ayahnya sambil tetap melekatkan tatapan dinginnya.
"Rama, jalan-jalan yuk"
Dan kami pun berjalan di sepanjang lapangan gasis bersama. Ada banyak yang ingin ku bicarakan pada Rama. Tapi, dia masih saja diam. Sepertinya saya pun ragu untuk memulai percakapan. Tetaplah seperti ini, sayang. Tetap teduh.
Sore ini pun sangat mendukung untukku semakin ingin mencintaimu, Rama. Andaikan kau mau ku bawa ke tempatku, biar saya yang merawatmu. Jika nantinya kau telah sukses, akan ku kembalikan kau di sini. Mengabdi untuk Butta Kalakuangmu!!!
Rama, kakak masih ingat persis di kala Ibu Risma menceritakan yang lebih detail tentangmu kau tertunduk malas dan tak bergairah. Baru ku tahu, sayang. Ibumu, Ibumu itu meninggalkanmu dengan Syahid. Kebakaran itu adalah ujian untuk keluarga manismu. Sementara ibumu masih saja tetap berusaha untuk melahirkan adik mu meskipun beliau dan adikmu tetaplah juga kembali pada-Nya. Rama, bagaimana rasa-mu kala itu? Ingin skali ku belajar meneguhkan jiwa-mu yang masih kanak-kanak itu.
Rama jangan sedih, Sayang.
Mungkin Allah ingin mendidikmu langsung sayang. Semua yang kita inginkan memang belum tentu bisa kita wujudkan. Apa yang kita harapkan, kita rencanakan, tetap Allah juga lah yang akan menentukan itu baik apa tidak untuk kita.
Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui, Rama.
Kita ini hanyalah manusia berdosa yang penuh dengan keterbatasan, sayang.
Tumbuhlah menjadi Mujahid Soleh.
Tumbuhlah hingga akarmu akan menguat sendiri pada waktunya.
Jika bisa ku meminta, tetaplah menjadi adikku yang sekarang.
Tabah, menjalani hari tanpa Ibu.
Lihatlah kakakmu, dia kini sekolah sembari bekerja di sekolah ini untuk membantu ayahmu mencukupi kebutuhan kamu.
Tenang saja, sayang. Allah itu baik sekali. Dia tidak akan meninggalkan Rama sendirian. Ayah Rama juga pasti akan tetap membantu Rama untuk tumbuh. Jangan bersedih ya. Mama Rama juga sekarang sudah tenang, sudah bahagia. Kematian untuk Mama Rama adalah suatu kebahagiaan untuk Mama Rama, karena Mama bisa langsung bertemu dengan Penciptanya Rama, dengan Penciptanya kakak pula. Dialah Allah, Rama. Menunduk itu baik sayang, mengajarkanmu untuk tidak menyombongkan apapun yang bisa kamu sombongkan. Matamu itu jelik sekali, masih sangat jernih. Jangan rusak kejernihannya dengan sesuatu yang bisa membuatmu menggantinya dengan pekat hitam, Rama.
Rama ingat waktu kakak ngasi permen di koridor sekolah? Kakak mengajarkan untuk Rama selalu mengucapkan terima kasih. Kenapa? Karena sesungguhnya kata "Terima Kasih" itu jauh lebih baik, lebih indah dari pada kata "Maaf" sayang.
Usia Rama pasti akan bertambah seiring perputaran waktu. Mungkin saat ini, Rama belum mengerti mengapa Allah menghadirkan kakak di kehidupan mu selama 2 bulan saja. Allah juga sedang mengajari kakak lewat kamu sayang. Kakak itu sombongnya minta ampun, dik. Ada banyak kesombongan yang tersembunyi di hati kakak, dan kakak sadari itu setelah kakak bertemu kamu. Kakak ini tidak ada apa-apanya di bandingkan Rama yang begitu kuat, jauh lebih kuat dari kakakmu ini, dik.
Allah sedang merangkul kakak, dan membisikkan kata manis di relung hati kakak "Kesabaran itu tidak ada batasnya, Ulfa. Kesombonganmu itu tidak ada gunanya". Itulah yang Allah ketikkan di telinga kakak saat merangkul bahu kecilmu. Tubuhmu begitu hangat Rama. Membuatku semakin betah menggamit tanganmu juga. Sayangnya posko ku jauh dari rumah Rama. Ingin sekali ku ajak Rama bermain di posko kakak, biar kakak bisa meluangkan banyak waktu bersama Rama.
Oia, Rama. Kamu ingat tidak sama kakak kamu namanya Kak Sinar? Ya, dia juga seperti kakak. begitu menyayangi Rama. Tapi, sayangnya dia ke Rama mungkin lebih mendalam karena dia sudah memiliki seorang Putri. Cantik sekali Rama. :)
Ahh, kakak benar-benar merindukan Rama. Sangat merindukanmu.
Semoga kini kamu sudah menjadi anak yang sehat, dan tetap tersenyum. Tetaplah menjadi Rama yang senantiasa tunduk sayang. Menjadi dongkak itu tidak baik.
Rama dan Kak Sinar
Entah kapan lagi kakak bisa bertemu Rama, yang pastinya kakak akan selalu mendoakan semoga Rama mendapatkan yang terbaik. Semoga juga kakak bisa melihat Rama ketika Rama sudah dewasa. Tolonglah, Rama jangan sampai Rama putus sekolah karena ketiadaan biaya. Kakak juga tidak tahu bagaimana membantu Rama. Hanya saja, kakak pengen sekali Rama tumbuh sukses. Kakak sudah sangat menyayangkan kakak-kakak Rama yang sudah nyaris putus sekolah tapi kakak bisa apa Rama? Kakak juga tidak bisa bantu Rama banyak karena kakak pun masih juga merepotkan orang tua. Tatapanmu itu akan selalu kakak rindukan seperti kakak yang selalu merindukan orang yang kakak sayangi lainnya. Rama, Rama. Kakak senang mengucapkan namamu karena kakak seperti menemukan kekuatan lain ketika menyebutnya.
Kakak ingat ketika kakak pamit di depanmu untuk kembali ke kota daeng, kamu menggenggam tangan kakak dan menciumnya. Ya, Allah tahu ketika itu kakak menangisi kamu yang harus kakak lihat masih saja belum tersenyum, Rama. Kakak masih ingin terus bersamamu. Rama, kelak jika kamu sudah dewasa dan kakak sudah berada di ujung usia yang hampir akan menyusul Mama Rama, datanglah pada kakak ya sayang. Sampaikan pada kakak, kalau kamu adalah Rama yang dulunya kakak temani bermain, yang dulunya kakak traktir ketika di sekolah, yang dulunya selalu menggamit tangan kakak dengan 1 eskpresi dingin, yang dulunya kakak hanya bisa mendoakanmu, dan sekarang kamu yang tercatat dalam otak kakak sebagai anak yang baik. Semoga Allah menjaga Rama.. Menyayangi Rama seperti kakak yang terlebih lagi sayangnya pada Rama. Salam rindu kakak buatmu, Rama. :)

 

Lyu Fathiah Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review