Sabtu, 06 April 2013

Cheaters Tuesday

di April 06, 2013 0 komentar
Lalalala... Jokka.. Buang semua streesss.. Buang semua kepulan asap menyebalkan di kampus..








Habis foto box, lanjut makaaannn. Sembari nunggu pesanan, kita foto2 lagi. Make kacamata baru!! Meskipun agak pusing pake kacamata kak fuzah yang -2, dan mataku yang kerusakannya silinder ini jadi gak nge-efekk.. Huhuu!!  Tapi tetap cantik kok.. :)









Konferensi Wilayah XII NU (Nahdlatul Ulama) Sul-Sel

di April 06, 2013 0 komentar
          30 Maret 2013, saya mengikuti Konferensi Wilayah XII NU (Nahdlatul Ulama) Sul-Sel yang kali ini di adakan di Pesantren Ummul Muhlisin UMI, Padang Lampe, Pangkep. Acaranya baru di mulai sekitar pukul 10.00-an Pagi, dengan langsung di buka resmi oleh Gubernur Sul-Sel Pak Syahrul Yasin Limpo. Tssaahh!!! Ini kesekian kalinya Beliau menghadiri langsung acara Nahdlatul Ulama yang menjadi sangat begitu meriah. Terang saja, di mana ada Gubernur, di situ ada Wartawan. jadi, meskipun acaranya biasa aja dan sudah sangat ramai dengan warga NU dari penjuru Sul-Sel, kini menjadi semakin riuhnya ketika para pejabat Daerah ini menampakkan bola mata mereka yang berbinar. Hehehe!!!
          Saya, mama, dan Bapak start dari rumah sekitar pukul 07:55 pagi. Anggap saja jam 8 lah!!!
Kami yang tak tahu di mana lokasi pesantren ini jalan saja. Ya, hitung-hitung nyobain sistem SOTTA getttooo.. Hihihihi

Truss, ketika sudah di Pangkep, setiap alis di mobil mulai berkerut...
"Di mana ya?"
"Mungkin sudah lewat"
"Ini mungkin jalan masuknya"
Daaan,, "Bla..bla..bla"

Saya sms orang yang mungkin bisa membantu.
1) Pia (Mahasiswa UMI yang pernah ngejalanin kewajiban Pesantren Kilat di Pesantren ini), "Jeng, di mana lokasinya Pesantren Padang Lampe. Jauh tidak?". Jawabannya, "Tidakji. Di pangkepji jeng"*Nasssaaamooo
2) Kak Fitrah, "Kak maaf ganggu. Mau tanya. Pesantren Padang Lampe, jauh tidak?" Jawabannya, "Iyya, Lumayan" *Makasih kak..jawabannya,singkat dan gak ngebantu.
3) Kak Siddiq, "Kak, dimana itu Pesantren Padang lampe?", Jawabannya, "pasti mau aji'nu pergi di Kongres'na NU toh?" *Benar-benar tidak membantu!!!

Ya sudaahh, singgah saja di pinggir jalan. tanya penjual jeruk, ckckck.

treng..1 jam kemudian, kami sampai!!!

wiuuuhhhttt..kereenn!!! Meriah banget..
tak perlu'lah saya menuliskan semua yang terjadi di sana.
hanya beberapa yang ku tulis di jidatku..pake pipet yang sudah ku gigit habis sampai remuk, saya mencatatnya dengan bayangan di bajuku..Hihihi

1) Ketika semua warga NU bertemu, langsung berpelukan dengan eratnya. Biasa saja, namun entah kenapa hari ini moment ini membuatku terharu. Indah sekali kebersamaan ini Ya Allah. Indah sekali.

2) Al-Mukarram, AG.K.H.Sanusi Baco, Lc dalam sambutannya tadi sebagai Rohi Suryo NU memberikan pesan pada para warga NU bahwa kini ke"LANGKA-an ULAMA" harus kita perhatikan. Rosul khawatir, katanya "Allah tidak akan mencabut ilmu seseorang. Tapi, Allah mengembalikans emua Ulama ke sisi-Nya sehingga yang tersisa hanyalah orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan tidak jelas".Hmmff, ini sudah terjadi loh..

Saya pun berpikir, apakah ini cara Allah mengangkat ilmu itu? Kalau iya, masya Allah betapa ruginya kami.

Hhhh..

Hipertensi (HTN), Siapa sebenarnya dirimu?

di April 06, 2013 0 komentar
Ini yang mengganggu ku malam ini. Pukul 03.00 subuh tepat aku, mama dan bapakku terbangun (sepekan ini saya harus numpang tidur di kamar orang tua karena ada tamu yang membludak di rumah jadi mau tidak mau ku pinjamkan kamarku). Dering telpon yang membuat degup jantung kami menjadi cepat ketika melihat nama yang terpampang di layar handphone "Wawan". Itu nama Om ku. Saat mama berbicara dengan om-ku, saya mulai merasa ada yang tidak beres dengan perasaanku. Itulah aku. Penakut. Cepat panik. semuanya bergumul jadi satu.

Intinya tante-ku, kakak dari mama ku masuk RS di Palu karena memang beliau tinggal di Palu. Ini karena Hipertensi-nya. Astaghfirullah.
Selalu penyakit itu? Kenapa? Ada apa dengan penyakit itu?

1) Kakekku, ayah mamaku juga meninggal karena Hipertensi. Kejadiannya pun tengah malam tidak sadarkan diri.
2) Nenekku, saudara kakek (ayah dari bapakku) sama.

Saya jadi serasa panik menjadi-jadi malam ini. Ada apa dengan Hipertensi ini? Kamu siapa? 

From Wikipedia, i found about you (Hipertensi).

Hipertensi (HTN) atau tekanan darah tinggi, kadang-kadang disebut juga dengan hipertensi arteri, adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Tekanan darah melibatkan dua pengukuran, sistolik dan diastolik, tergantung apakah otot jantung berkontraksi (sistole) atau berelaksasi di antara denyut (diastole). Tekanan darah normal pada saat istirahat adalah dalam kisaran sistolik (bacaan atas) 100–140 mmHg dan diastolik (bacaan bawah) 60–90 mmHg. Tekanan darah tinggi terjadi bila terus-menerus berada pada 140/90 mmHg atau lebih.
Hipertensi adalah faktor resiko utama untuk stroke, infark miokard (serangan jantung), gagal jantung, aneurisma arteri (misalnya aneurisma aorta), penyakit arteri perifer, dan penyebab penyakit ginjal kronik. Bahkan peningkatan sedang tekanan darah arteri terkait dengan harapan hidup yang lebih pendek. Perubahan pola makan dan gaya hidup dapat memperbaiki kontrol tekanan darah dan mengurangi resiko terkait komplikasi kesehatan. Meskipun demikian, obat seringkali diperlukan pada sebagian orang bila perubahan gaya hidup saja terbukti tidak efektif atau tidak cukup."
 
Di wikipedia begitu gamblang di jelaskan tentangmu. Dan, aku muak menuliskannya kembali. Aku takut kamu mengukir sejarah buruk lagi di hidupku. Entah pada keluargaku atau padaku, aku hanya tahu kamu dan aku sama-sama ciptaan Allah. 
 
Tawakkallah Ulfa.
Tanpa hipertensi, kita juga akan mengalami mati.
 
:( 

Kamis, 04 April 2013

Sebuah Tanggung Jawab *Menuju Sarjana #Part 5

di April 04, 2013 0 komentar
Di sinilah persahabatan itu di ujikan. Setiakah ia? Ataukah hanya seutas tali yang begitu mudah di putuskan. Semuanya ada pada tangan yang memilih jalannya.

Inilah yang selalu terngiang-ngiang selama beberapa pekan ini. Perjuangan di kampus, tak sedikit yang mencucurkan keringat keletihan dan kesabaran. Sebuah pengorbanan besar amat sangat di butuhkan saat ini. Itu yang menguatkan langkahku hingga aku sadar kalau aku tak sendiri kini. Tak hanya aku yang mengalami kesulitan-kesulitan ini. Ada mereka yang jauh lebih sabar dan tangguh dari semangatku. Dari kalimatku, aku tak ada apa-apanya. Sungguh.

Pertama-tama, Asiz. Temanku yang 1 ini kesulitan bimbingan dengan Pak Rahman, Pembimbingnya. Ini membuatku dan teman-teman lain memutar otak di siang bolong mencari solusinya.

KITA LAGI NGEJAR TARGET.
TAPI, KITA TAK BOLEH TERPISAH.

Sebuah kobaran semangat dari teman-temanku, kakak-kakakku!!!
Sudah nampak jelas bagaimana putus asanya Asiz, kini. Tak hanya dia, akupun demikian. Belum selesai, masalah itu. Rudi sakit. Senjata Pamungkas menopang semangat kembali kami acungkan, "KITA LAGI NGEJAR TARGET. TAPI, KITA TAK BOLEH TERPISAH". Aku dan Asiz mendatangi semua tempat-tempat untuk pengurusan berkas ujian. MAP Biru milik Rudi ku genggam erat. "KITA HARUS BERJUANG" Kataku sembari menahan degup jantungku yang semakin cepat karena menaiki anak tangga satu per satu. Masalah kembali muncul.  Tapi perlu ku uraikan.

Kembali ke jurusan Matematika, ku dapati Kak Ani dengan wajahnya yang lesu seperti tak ada sel yang hidup di tubuhnya itu. "Kenapa kak?" Tanyaku. Agak sedikit ia paksakan menjawab, "Pak Sule suruh menghadap lagi sebelum nilanya di keluarkan. Jujur, letihma. Letih sekali" Katanya dengan butir-butir keringat di atas bibirnya. Aku bisa merasakan keletihan dan keputus asaan itu. Karena aku sepertinya. Persis.

Tak hanya kak Ani saja, yang lain pun mengalami masalah. Selasa yang Indah. Kita di warnai masalah kawan. Namun, ingatlah. Allah sedang melihat kita. Kepala di jernihkan, hawa nafsu akan kemarahan dan keletihan di masukkan dalam peti, sejenak. Waktunys, Goooo!!!!

Kak Ani menghadap Pak Sule.
Asiz Pulang bersama keputusasaannya.
Saya dan P'Mub menuju ruangannya Pak Darwis. Alih-alih TTD, padahal mau curcol (kebiasaann).
Kak Jabbar?
Ta suruh ke mesjid, sholat. Berhubung kita-kita sudah sholat.

IN THE Mr.Darwis's Room!!!
Okkaayyy, sya jelaskan semua kesulitan-kesulitan itu.
Asiz dapat sedikit solusi. Pak Darwis mau menghadap ke Pak Rahman, guna mengambil alih tugas sebagai Pembimbing agar lebih mudah (ALHAMDULILLAH) *SujudSyukur.
Kemudian, masalah teman-teman lainpun saya sodorkan. Alhamduliilah, sedikit ada celah cahaya solusi.

Pak Darwis meninggalkan kami sejenak.

"Fiuhh.. Skripsi sudah ACC sejak bulan 9. Sekarang masih di kampus beterbangan kayak capung. 2009, 2009. Ulfa, Ulfa. Kau mahasiswa yang malang. Lama banget selesainya" Kataku menghela nafas. beraatt sekali.
"Kita itu bagus, angkatan 2009 jaki dek. Syaa iya kodong? Angkatan 2006" Jawab kakak yang lagi konsult tadi di Pak Darwis. Mahasiswa Unismuh.

Ggghhhh...

"Angkatan 2006 ki?" Tanyaku. Sudah jelas tadi dia bilang gitu? Ngapain nanya lagi? Dasar sok basa basi lue, fa..

"Iyye dek. Mandegka 3 Tahun :( " Mukanya cemberut. Ingin sekali aku menepuk bahunya dan bilang, "SABARKI KAK" Tapi syang, dia cowok.

Ia lalu berlalu dan pergi sambil tersenyum. "Mari dek. Kakak duluan. Assalamu alaikum" Katanya sambil memamerkan susunan giginya yang tak rapi. Gingsul. Hihihi,pantesan mata ku nagkap dia manis. tau tau, ternyata dia punya gingsul. Hawwehh!!! Ini bukan contoh yang baik. Close your eyes, Ulfaaaaaa..

Setelah berbicara lama dengan Pak darwis kami pun pamit dan kembali ke lantai dasar. tadi lupa ngejelasin, kalau ruangan pak darwis ada di lantai 3.

Pesan Pak darwis kepadaku sebelum ku cium tangannya, "Kali ini kamu harus berjuang agar tak ada lagi teman-teman kamu yang tercecer. Kalian ber10, harus Sarjana bersama. Berjuanglah menyatukan mereka. Jika mereka putus asa, semangati. Jika mereka lost contact, segeralah mencari cara agar kamu menemukannya. Semangatlah, Nak. sambil menepuk-nepuk pundakku".
Ada sebuah kekuatan dari setiap jari yang menyentuh pundakku dalam tepukan itu. Ku cium tangannya Pak Darwis dan melangkah pergi. Tak lamaPak darwis kembali berbicara.
"Kalian adalah anak-anakku. Aku yang bertanggung jawab atas kalian. Saya akan membantu bagaimanapun caranya agar kalian di mudahkan. Memohonlah pada Allah. Sungguh-sungguhlah memohon. Aku tidak akan melepaskan kalian, asalkan kalian juga tidak boleh terlepas".

Sebuah amanah yang besar. Aku menjadi orang yang kini harus menguatkan teman-temanku. Kakak-kakaku. Sementara aku sebegini rapuhnya. Namun, inilah sebuah tanggung jawabku sebagai teman. Sebuah amanah yang harus ku tunaikan. Berhasilkah aku? Wallahu a'lam. Just keep pray, FOR ME.


{Kisah Klasik Kita}
Selasa, 2 April 2013

Kamis, 28 Maret 2013

Menuju Sarjana #Part 4 *Ceritaku di Senin Pagi*

di Maret 28, 2013 0 komentar


Di gazebo MIPA, orang menamai tempat ini. Tempat tongkrongan mahasiswa yang sedang rehat dari dunia akademik yang menjemukan untuk sebagian orang. Tak terkecuali diriku. Entah kapan mulainya saya membenci tempat ini. Orang bilang, kampus adalah tempat terindah di masa penanjakan usia yang menuju kematangan. Baik fisik maupun mental. Saat pertama saja aku sudah lupa kapan aku jelasnya menjadi salah satu bagian dari mahasiswa itu.
Hanya saja aku memiliki 1 perbedaan dari para pencari Ilmu itu yakni aku bukan Mahasiswa Murni. Maksudnya, aku terdampar di Universitas ini karena kecolongan beasiswa. Soal yang harusnya ku konsentrasikan otakku di sana malah hanya ku gambari, menulis namaku dan berharap bel tanda test selesai segera berbunyi. Dari 50 soal, hanya 3 soal yang ku kerjakan. Tentunya dengan kemampuan otakku yang tak pantas di acungkan jempol.
Dan kembali lagi di gazebo MIPA. Di sini, lebih lanjut ku paksakan rasa malasku menginjak kampus ini untuk segera menyibukkan diri. Itu planning bersama kakak-kakakku yang juga sebagai teman-teman kelasku. Maklumlah, saya yang termuda di antara mereka. Aku menunggui mereka di sini, dengan mengetik kata demi kata. Merangkai kalimat demi kalimat. Ketika ku dapatkan yang tak sesuai, ku delete lah mereka. Lalu ketika aku lost, ku teguk lagi air minum di botol sebagai senjata pamungkasku ketika di kampus guna menahan rasa lapar. Uang yang di berikan hanya cukup untuk ongkos angkot 3x ganti. Maksudnya, dari tempatku berdomisili saya harus naik angkot menuju Sudiang atau Daya. Di sana saya akan turun dan kembali mengambil angkot lanjutan menuju Veteran dan berlanjut lagi menuju Parantambung begitupun ketika aku kembali ke rumahku. Perjalanan yang mewah. Mewah dengan rasa letih, mewah dengan hawa panas, mewah dengan berbagai macam bau badan, mewah dengan keringat, dan yang paling penting mewah dalam bersabar menghadapi MACET.
Di lantai gazebo ini, aku menginjakkan kakiku sambil menatap sepatu kucel plastic hitam yang penuh dengan debu. Aku sebentar menggerakkannya, mengayungkannya, dan sampai aku melihat tidak jauh ada 3 kawanan anak burung yang sedang mematuk-matuk lantai. Ku hentikan aktivitas ayunan kaki itu lalu melihat mereka. Kepalanya ia goyang-goyangkan sebentar, ke atas, bawah, kanan, kiri, ke bawah lagi, dan begitu lagi dan lagi.
Aku berbicara pada mereka, seperti orang tidak waras yang berbicara pada batu.
“Heii, bro. enak ya matuk-matuk lantai?” Aku terdiam dan tersenyum
Mereka masih saja mematuk dan menggeleng-geleng seperti pusing melihat diriku yang gila ini berbicara padanya.
“Heh, kamu tahu tidak. Saya kagum dengan paruhmu. Bahkan lantai sekeras itupun kamu tetap jajaki demi mencari sepotong makanan yang bisa di kunyah lidahmu. Apa itu tidak sakit dan ngilu? Oh, mungkin tidak. Kamu sudah terbiasa. Kakimu kecil sekali, namun kamu bisa berjinjit-jinjit kecil menuju tempat lain. Terus dan terus sampai ketika kakiku bergoyang, kalian dengan cekatan mengepakkan sayap dan terbang. Aku tahu kalian akan kembali lagi, karena di sini ada banyak potongan makanan dari para mahasiswa yang dengan mubazzirnya membuang makanan seperti lantai ini adalah tong sampah.
Kamu memiliki paruh yang kuat, kaki mungil yang lincah, mata lentik yang temaram. Namun, aku lebih tertarik pada SAYAPmu. Bisakah kau mengajariku terbang dari keterpurukanku? Mengajariku terbang dari keputusasaanku? Atau sekalian kau bawa aku terbang meninggalkan segala ketakutan-ketakutanku hingga yang tersisa hanyalah danau semangat yang luas membentang? Yah, memang itu tidak mudah. Tapi, aku berterima kasih. Terima kasih, karena kau mau terbang ke sisi jari manisku. Dengan itu, aku bisa memulai mengetik kalimat-kalimat ini tentangmu.”

Sabtu, 23 Maret 2013

"Track of Tortoise" Book

di Maret 23, 2013 0 komentar
Terinspirasi entah dari mana saya ini ketika membuat buku dari jahitan tangan ini. Tak memikirkan apapun selain 1 warna yang menurutku seni banget, "coklat". Ihhi..
Ketika melihat ada sisa lem, saya berpikir ingin menempel-nempel apapun itu.
Mencari dan mencari, namun saya lebih ingin menulis. Apapun itu. Pikirku.

Saya pun berpikir ingin menulis kisah bersama teman-teman di Kost dulu. Aksi menulis pun dimulai...
Dari kertas dan kertas.. Semuanya tertuang dalam kumpulan kertas yang menjadi sebuah buku, BAGIKU...Hihihi












Selesaii.
Simple.. Dari covernya, seolah yg buat adalah manusia hutan semacam Tarzan.
hahaha, but never mind. I like a jungle.

Cerita yg ku tulis tentang kisahku dengan sahabat-sahabatku di Al-hasan. Semuanya tertuang di sini. meski tak banyak,tapi ini mewakili setiap memory ku. :) 

Rabu, 20 Maret 2013

Qadiftara

di Maret 20, 2013 0 komentar
Kemarin, saya membuka HP mama'ku. Sistem kaccaki pun menjelma menjadi sebuah penemuan mengagumkan dan mencengangkan. Tak begitu "wah" hanya saja saya menikmatinya. Mungkin bagi mereka yang Alumni Ponpes Mangkoso tidak akan asing dengan nasyid ini. Namun, bagiku yang hanya alumni MA biasa, non-boarding (bahasa slanknya "Pesantren") menjadi begitu menikmati.

Awalnya, tak ada nama. Hanya Sound102 dengan size 288 kb. Saat ku tekan play button, maka mengalunlah sebuah gemangan nasyid yang merdu. Dari suara seorang anak Manusia yang menjadikan nasyid ini begitu menggema dan menyentuh. Ku tanya mama'ku, "Ini lagunya apa?" dan mama pun ikut mendengarkan lalu menyebutkan Judulnya, "Ooh.. Ini lagunya Mangkoso.. Qadiftara judulnya tapi orang sana na palempu ugi'na menjadi Qadittara' (dengan aleg bugis yang lincah)".

This is Qadiftara's Liryc..

Qadiftara lahu lana diinahu wal Islam
Yakufu jami'al adyanini bainal ummami
Kama qad syahidal lahu mamarul ayyam 
Falaa tujawwidzuu hududa Robbikum

Ahlan Wa Sahlam hai sinisiaji selleki
Pada laoni mai rionrong madecengewe
Kiangkalinga pangngaja pole ri kittae
Sarekuang mengngii kisalama matu

Nacaddio riona wanuae Mangkoso
Rimuka tellena tojang pero werona 
Sikola Ogamae ompokenna upe'e
Panggoncinna decenge patte'du'na labangnge
Ooo Puang teppodong manennunge llaoki 
Ajoppangenna sikola ogamae
Napucolli' tinulu napudau madeceng buana..
Aamiin

Mungkin, kurang lebih seperti itulah Lirycnya. Kalaupun ada kesalahan, mohon maaf. Ini hasil sms dari saudaraku, Ramla yang sedang nimba ilmu di sana. Plus juga dengan kondisi telingaku yang tidak memungkinkan untuk mendengar dengan jelas,hihihi.


Kamis, 07 Maret 2013

Menuju Sarjana #Part 3 (Memeluk Tangis)

di Maret 07, 2013 1 komentar
Dhruva, bagaimana kabarmu? Apakah kau masih saja menatapku dari kelamnya langit malam? Jika kau masih melihatku, tolong alihkan pandanganmu kali ini. Karena saya tak mau kamu melihatku dengan uraian tangis lemah tak bertenaga.
Bacalah saja tulisanku, agar kau tak harus melihatku menangis.

Senin kemarin Va, kampus kembali ku jajaki. Kepalaku masih sangat pusing. Kondisi kesehatan yang masih juga belum pulih. Saya dan Rudi kembali mengurus nilai kami yang masih saja mengapung tak jelas. Mungkin memang kesabaran sedang meminta kami untuk melayang bersama, berusaha menggapai garis finish dengan wajah penuh peluh dan air mata.
Kegagalan bersama kami. :(

Seperti anak kucing yang basah karena hujan, aku berjalan kembali setelah kegagalan itu menamparku lagi dan lagi. Sampai kapan aku bertarung denganmu PAK RUSLAN? Sampai kapan kau akan menjadi PENGUJI ku di dunia yang hanya sementara ini. Terlalu banyak keluhan yang ku terjemahkan dari bibirku karenamu. Sampai kapan Pak?

Tangisku pecah bersamaan dengan kesehatan yang kembali DROP.
Malam itu, saya kembali demam. Kepalaku berat seperti ada ribuan TON batu di dalamnya.

Kak Asiz Mustakim memberiku nasihat-nasihat. Terima kasih untuk semua itu.
Kak Asiz bilang, "kk anggap ki sbgai adik kandung kk sendiri jg sedih dgn apa yg ulfa alami".
Ya Allah, sungguh mulia hatimu kak. terima kasih ikut prihatin dengan masalahku.

Hanya ku minta 1, doakanlah adikmu yang lemah ini. Agar usahaku tetap tangguh, dan pundakku tetaplah kuat.


JADILAH KUAT, ULFA.. :(

Senin, 18 Februari 2013

Love Story For Kak Novian

di Februari 18, 2013 10 komentar

Lecture Kak Novian

 "Ulfa. Mana Ulfa?" Tanya kak Novian bercanda ketika berada di lokasi Aksi Penanaman 3000 Pohon.
"Iye, adaja kak" Jawabku setengah melongoh karena sedang cuci piring.
"Oh, ada jako dek? Ku bilang sudah di tanam sama Pohonnya juga, Hahaha" Sontak mereka semua yang mendengarnya ikut tertawa.
Selang beberapa jam, Kak Novian kembali bertingkah.
"Tidak ada lagi bibit yang bisa di tanam? Ulfa lagi yang di tanam. Sudah pakai baju hijau, sisa di tanam juga ntar langsung tumbuh, Hahaha" Renyah sekali tawanya saat itu. Masih ku ingat jelas, wajahnya yang ramah mencairkan suasana panas di Bukit Dusun Bontonampa, Tanralili, 15 September 2012 lalu.
Sebelumnya kami sudah di 1 lokasi kegiatan yang sama, namun belum saling mengenal satu sama lain. 


Kak Novian, saya tidak akrab memang denganmu kak. Saya tidak memiliki kenangan yang banyak tentangmu kak. Bahkan, cerita tentang kisah perjuangan bersamamu hanya saat kita di Penanaman 3000 Pohon itu. Lalu? Setelahnya, kita hanya berinteraksi di socmed FB saja. Saling mengejek, saling menimpali candaan-candaan tanpa letih. Tak akan ada habisnya jika ingin melawanmu kak. 


Kemarin, Ahad, 17 Februari 2013 sekitar pukul 12:31:39, sebuah sms nyandar di inboxku.
Atas nama BSMI Kak Irfan, isinya "Assalamu alaikum.. Mohon do'a dari semua rekan, sahabat, untuk kesembuhan Saudara Qta Novian Nurwanto (FKG 2005/Anggota BSMI Sul-Sel) yang sekarang dalam perawatan". Seperti tak sadar, saya baca kembali sms itu. Lalu ku balas, "Kak Novian kenapa kak?". Kebetulan saat itu saya dengan kak fuzah sedang ketemuan di RS Salewangang Maros. Kak Fuzah pun demikian kaget dan bingungnya. Kak Irfan balas kembali, "Kak Novian kecelakaan tadi subuh, dek. Pas pulang diksar. Sekarang masih di UGD Wahidin". Speecleshh!!!


Lalu, yang di lakukan sepanjang hari hanya nangkring di depan hape. Menunggu kabar dari Si Kak Irfan itu. Menunggu kabar keadaan kak novian. Saya tidak mengerti, kenapa saya sedemikian khawatirnya dengan kak novian. Hanya saja, saya takut terjadi hal yang tidak saya inginkan. Kak Novian pribadi yang baik. Hanya itu yang ku tahu dan ku tahu. Ku tanya terus bagaimana perkembangannya kak Novian di kak Irfan. Selalu berita buruk yang ku terima. Namun, sedikit cahaya ketenangan dan harapan ku sebesar gunung membuncah di pukul 21:28 menit. Kak Irfan sms, "Kondisinya sekarang kembali baik lagi. Tapi, HB-nya masih rendah. Masih memohon do'anya semua". Mengalirlah bait-bait do'a dari bibirku, "Ya Allah, selamatkanlah kak novian. Rengkuh dia dalam ketenangan cintaMu. Peluk dia dalam hangatnya kasih-Mu, Ya Allah. Jangan biarkan dia merasakan sakitnya dunia ini. Berilah dia keceriaan dan kebahagiaan dalam mimpi-mimpinya Ya Allah. Dalam koma-nya, taburkan mutiara-mutiara pelangi agar dia bisa merasakan indahnya mimpi itu. Janganlah dia perlu tahu kami di sini menangisi dan mengkhawatirkannya. Kami mencintainya sebagaimana mereka mencintai para saudara mereka yang syahid di Palestina. Selamatkanlah kak novian Ya Allah".


Kegiatan selanjutnya adalah kembali menunggu dan berdo'a. Dengan Kak Aya', kami saling berbagi Informasi. Kakak yang masih trauma dengan kematian sang Paman, ikut ku libatkan dalam pergolakan jiwa yang mengkhawatirkan temannya. Kak Aya' yang setelah beberapa saat lalu sempat berbinvang lama dengan kak novian di kegiatan Diklatsar BSMR Pesantren Ainus Syamsi Kab.Maros itu, juga terpukul dengan berita ini. Seseorang pernah berkata padaku, "Kau itu Ulfa terlalu mudah berangan-angan" Katanya. Dan itu ku sadari karena semalam, aku berbicara dengan langit malam. Mengkhayalkan, bagaimana jika saya di Posisi mu kak Novian. Apakah orang-orang yang mencintaiku, mengkhawatirkanku juga akan berkumpul seperti saat dirimu saat ini sekarat, puluhan orang memadati RS dan UTD hanya ingin bersamamu. Mendengar kabarmu. Dan berdoa demi keselamatanmu?

"Kak Novian, bertahanlah. BSMI Sul-Sel masih membutuhkanmu. Di sini, ada banyak orang yang menunggumu. Kuatlah kak. Kuatlah. Kembalilah di tengah-tengah sahabat yang mencintaimu. Kuatlah kak" Kataku. Lalu aku tertidur. Dengan air mata yang masih belum kering, aku terbangun di pukul 03:02 Pagi. Tengah malam sebuah sms tiba lagi di inboxku. 

Mata yang begitu berat ku paksa melek sedikit, 1 Message From BSMI Kak Irfan. 
Aku bangun terduduk dan ku baca sms itu.
"Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah RELAWAN TERBAIK KITA, Kanda NOVIAN. Semoga Amalan beliau di terima di sisi Allah dan di beri tempat terbaik di sisi Allah SWT"


Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Sesingkat inikah kehidupan? Sesimple inikah perjalanan? Ya Allah, lindungi hatiku agar tetap INGAT PADA-Mu.
Aku menenangkan diriku. Ba'da Subuh,  ku kabarilah kak Aya' kalau Kak Novian sudah kembali di sisi-Nya. Dengan sebuah Kematian yang di damba setiap orang Muslim, kematian dalam JIHADnya. Ganjaran apa lagi yang lebih besar dari kematian seperti ini? Ini yang di inginkan semua Umat Islam, dan Kak Novian berhasil meraihnya. Allah memang jauh lebih mencintaimu kak, dari pada kami sahabat-sahabatmu.

Saya mengutip 2 Kalimat Indah dan bermakna dari kak Novian.
*Jika engkau hanya mampu merangkak, maka merangkaklah kepadaNya!
Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk, maka tetaplah persembahkan doamu yang kering, munafik dan tanpa keyakinan. Karena Tuhan, dengan rahmatNya akan tetap menerima uang palsumu
*

Lalu, kalimat terakhir saat Beliau di Pos Pengorbanan di DIKLATSAR Angk.III BSMI Sul-Sel, Ahad 17 Februari 2013, sebelum Kak Novian meninggalkan semua kaderisasinya yang tangguh, kak Novian memberi sepucuk Pesan yang manis.

*Jangan pernah beri kami janji. Masa lalu itu sudah lewat. Masa depan itu belum pasti. Dan, masa sekarang adalah HADIAH. Maka berbuatlah yang terbaik*

Inilah potongan-potongan kisah Kak Novian bersama orang-orang yang mencintainya.. Dan, lihatlah. Di mana setiap Gambar itu yang tak ada senyumnya Kak Novian? Tidak ada. Dia selalu tersenyum.
Kak Novian, Kak Novian, Kak Novian. Nama-mu kali ini ku sebut berkali-kali. Tanpa bosan. Agar aku bisa menangisimu dalam do'a, semoga tempatmu adalah di sela barisan para kekasih Allah. Aamiin Allahumma Aamiin. 

Kak Ardian, Kak Irwan, KAK NOVIAN, dan Kak A'la



Deklarasi BSMI Sul-Sel

Penanaman 3000 Pohon BSMI

Gambar Kak Novian sebelum melangkahkan kaki meninggalkan Lokasi Diklatsar. Dimana dalam perjalanan pulang dari ta'deang inilah, beliau mengalami kecelakaan hingga harus mengalami Koma. Tidak ada gurat kekhawatiran maupun tanda khusus dari wajahnya kalau senyum inilah penutup dari aktivitasnya sebagai RELAWAN. Kak Novian, Jihad Fi Shabilillah..!!! 

 
SELAMAT JALAN, Kak Novian Nurwanto, S.Kg


  
Tenanglah Kamu kak dalam Pusara yang Senantiasa Harum dengan Doa-doa Sahbatmu, dan kebaikan-kebaikanmu..



Kamis, 07 Februari 2013

Bunga Udumbara Buddha

di Februari 07, 2013 0 komentar

Malaka, Malaysia - Menurut kitab suci Buddha, ada sejenis bunga disebut bunga Udumbara, yang mekar 3.000 tahun sekali. Udumbara adalah bahasa Sansekerta, yang berarti "bunga keberuntungan dari surga." Munculnya bunga Udumbara merupakan pertanda turunnya Raja Sakral Pemutar Roda, meluruskan Dharma di dunia ini. Dalam kitab Buddha "Huilin" tertulis: "Bunga Udumbara menciptakan keberuntungan dan fenomena supranatural, yang merupakan bunga surgawai dan tidak tumbuh di dunia biasa. Jika seorang Tathagata atau Raja Sakral Pemutar Roda turun ke dunia manusia, bunga ini akan muncul karena berkah dan kebijakannya yang maha agung."

Kitab suci Buddha mencatat bahwa Raja Sakral Pemutar Roda adalah seorang raja yang akan memerintah dunia tanpa kekerasan namun melalui keadilan. Terlepas dari kaitan dengan agama Buddha, Kristen, Konfusiunisme dan lainnya-orang yang berbelas kasih kepada orang lain akan memperoleh kesempatan untuk bertemu dengan Raja Sakral Pemutar Roda.
Dalam dua dekade terakhir, sebagian orang di dunia ini telah menemukan bunga yang diyakini sebagai bunga Udumbara. Bunga ini pertama kalinya ditemukan di Korea pada 1997. Kemudian muncul di China, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Australia, Amerika, Indonesia. Bunga ini dapat tumbuh pada logam, kaca, tanaman dan patung-patung Buddha.
Namun sejumlah ilmuwan berpikir, orang-orang salah menafsirkan bahwa telur serangga yang disebut lacewing hijau (Chrysopa) diduga bunga Udumbara karena penampilannya serupa.
Larva itu disebut kumbang kecil penghisap. Ketika bertelur, si betina mengeluarkan zat pelengket dan mengangkat perutnya untuk membentuk tangkai kecil. Telur-telurnya diletakkan pada batang-batang tangkai untuk menjaga larva muda dari yang lain setelah menetas. Bunga Udumbara diduga sebagai telur larva tersebut karena sangat mirip.
Mr. Li, warga Malaka, Malaysia, yang menemukan bunga Udumbara maupun telur serangga tersebut. Penemuan itu dapat membuktikan apa yang orang yakini sebagai bunga Udumbara itu bukan telur larva.
Pada 25 Juni 2009, Mr. Li dan sejumlah rekannya melihat lebih dari 20 kuntum bunga putih kecil pada daun pamelo di sepanjang jalan St Paul's Hill, sebuah tempat yang indah di wilayah Malaka. Pada saat pertama kali menyaksikannya, bunga itu nampak seperti bunga Udumbara.
Karena ada kemiripan antara bunga Udumbara dan telur lacewing, Mr. Li membawa bunga itu ke tempat temannya, di mana mereka melihat langsung bunga itu di bawah mikroskop. Ketika temannya memotret bunga itu menggunakan mikroskop, kelopak bunga dan benang sari terlihat dengan jelas. Gambar-gambar yang ditampilkan itu membuktikan bahwa apa yang mereka temukan adalah bunga Udumbara.
Seminggu kemudian, Mr. Li kembali ke lokasi yang sama dan menemukan lagi beberapa butir benda putih yang mirip dengan apa yang ia temukan terakhir kali. Sekali lagi, ia mengambil gambar dari benda-benda mini itu lewat mikroskop. Kali ini, bukan masalah dari sudut mana gambar-gambar itu diambil, baik kelopak daun maupun benang sari dapat terlihat dengan jelas. Semua yang terlihat sama-sama seukuran telur larva.
Sepanjang pengamatan Mr. Li, bunga itu nampak tetap berwarna putih bersih, tetapi telur lacewing secara bertahap berubah menjadi hitam dan bentuknya yang bulat lonjong tidak berubah. (EpochTimes/sua)




Senin, 04 Februari 2013

Pelangi FLP

di Februari 04, 2013 0 komentar
Forum Lingkar Pena...
Asikkk,akhirnya kembali lagi saya padamu. Meski saya seperti menjadi murid baru kembali. Ketika langkah itu pertama kali tiba di ruangan luas yang penuh dengan deretan kursi merah, panggung kokoh yang penuh dengan tanaman hias, sebuah mimbar yang menampakkan kewibaan lalu apalagi ya? Hmm, sebuah spanduk besar yang mengawali jelikan mataku.

Saya kembali mengingat kapan terakhir saya bersua dengan tatapan mereka. Kapan ya? sebelum kejadian dengan si anu itu heh yang membuat semua orang mual-mual menahan sesak di perut. *Heh? Ahh, ntahlah..

Aisyah Istiqomah Marsyah
Sayang, kemarin  kagum sekalika padamu. Sangat kagum.. :)
Ketika memberi Sambutan sebagai Ketua FLP Cabang Maros, menambah daftar kagum ku padamu.
Andaikan saya cowok, sudah ku tembak kau..dor dor dor..hahaha!!!
Untungnya kau ku vonis sebagai SAHABATku.. Ckckck!!!
Waktu Darwis mengatakan, "saya mendengar ada bisikan malaikat" saat itu aku benarkan. Kamu seperti Malaikat Iis.. memberikan harapan baru buat orang lain dengan kemampuanmu berbicara. Kehebatanmu menyatukan kalimat demi kalimat menjadi paragraf yang indah.
Di diary ku, aku menulis "Iis, kamu pasti kelak akan menjadi ORANG HEBAT. Aamiin Ya Allah. Aku yakin itu. Namun, kelak sesukses apapun kamu, mohon tetaplah melihatku di belakangmu. Meski kamu hanya sekedar mengintip saja di jendelaku".. :)





Marwah Thalib
Hedeuuhhh..sekampusku, sefakultasku,sekampungku tong,sesama pemegang takdir "alasan berorganisasi" yang sama, di seminar kemarinpi baruki ketemu..mentong ine heh!!!
Harusnya  bisaki sering ketemu, apalagi si Pinky adami..eh malah nambah sulit soalne tambah ada beban gak ketemu dirimu gara2 si pinky.
Gundungan rahasia itu pengen sekali ku buka..ngerti?Hahaha..penasaranga..meskipun basimi..ckckck!!!
Keep Spirit, Honey..
kita berusaha kembali berjalan dengan langkah yang sama.meski tertatih.. :)


Munasyirah
Itu paeng nama lengkapta? Hawweeh, padahal waktuku latihan ngemsi semalam sebelum besok Seminar itu ku sebut2mi nama'ta sebagai Ira Wati sebagai Ketua Panitia Pelaksana. Hahahha,jadulnya di' sangkaan nama ku kasiki? Ckckckck..
Biarmi dehh..trus waktu kemarin, kita yang bikinka ketawa sendiri di kursi. Cabe Rawit lagi ngelayang-layang di aula mesjid Al-Markas..haha!!!
Barusan adaki di depanku, pas ku angkat lagi kepalaku, eh ada maki seng di teras.. Madddeeerrrr... Ringanna itu badanta kakak lompat-lompat cepat? Kalah mentongma dari kita.. Ckkckckckk




Dila
Nda ku tau nama lengkapta Boss.. ckckck!!!
Andekan dari duulu ki kenal di'? Pas SMA gitu heh..hehehe
Suka melihatmu kemarin saat foto2 orang..benar memang, orang yang kita foto tapi malah yang bergaya kita.. Ckkcckck...Kebiasaan yang langka..haha
Ikha.. Farikha..
Kakak 5 hari..
bagaimana kabarta pasca gerakan hebat kemarin? Wahh,pasti nyenyak skali tidurta tadi malam toh? Hmm,,jangan maki langsing nahh..tetapki gemukk..cantikki..suka skalika liatki itu wajahta heh yang gemuk..pas ketawa itu enak sekali..renyah,kayak biskuit crispy..hihihi!!!
Makasih nahh sudah mau teman sama saya..hahahaha..


 

Lyu Fathiah Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review